Perlembagaan UMNO

Blog List UMNO - 22 BLOG

Blog List Parti Keadilan Rakyat

http://1.bp.blogspot.com/-zjJ2GnwCIug/TtZZunD6qSI/AAAAAAAAAVk/q1bWTzwQHto/s142/Partai_Keadilan_Rakyat_logo_1.jpg

Blog List DAP

http://3.bp.blogspot.com/-iCPusw-ZyaI/TtZY53tPYNI/AAAAAAAAAVY/j-R_KaTh1UI/s112/bendera%2B-%2BCopy.jpg

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

JOM

JOM

Nak Tumpang Duduk-duduk di Sini Boleh???

Nak Tumpang Duduk-duduk di Sini Boleh???
Powered by Blogger.

Blog List Barisan Nasional dan Pro Barisan Nasional

Blog List Barisan Nasional dan Pro Barisan Nasional

293 blogs (Show All)

Monday, 14 April 2014

Jangan Berlebih-lebihan : Peringatan Kepada Yang Lupa!


 إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ
Nabi Muhammad Sallallahu‘alaihi wasallam telah menutup segala pintu yang mengakibatkan kepada kemusyrikan serta memperingatkan dari padanya dengan peringatan yang sangat keras. Di antaranya adalah masalah kuburan. Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam telah menetapkan beberapa ketentuan untuk menjaga agar kuburan tidak disembah dan agar orang-orang tidak berlebihan terhadap mereka yang dikuburkan, di antaranya adalah:

1. Bahwasanya Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam telah memperingatkan agar kita tidak berlebihan terhadap para wali dan orang-orang solih, sebab hal itu menyebabkan penyembahan kepada mereka. Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ.
"Jauhilah oleh kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu." (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas radiyallaahu ‘anhumaa ).

لاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ.
"Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan dalam memuji (Isa) putra Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, 'Abdullah wa Rasuluh (hamba Allah dan RasulNya)'." (HR. al-Bukhari).

2. Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam melarang membangun bangunan di atas kuburan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu al-Hayyaj al-Asadi, ia berkata, Ali bin Abi Thalib radiyallallaahu ‘anhu berkata kepadaku,

أَلاَ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِيْ عَلَيْهِ رَسُوْلُ اللَّهِ أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ، وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ.
"Ketahuilah sesungguhnya aku mengutusmu sebagaimana dulu Rasulullah Sallallahu‘alaihi wasallam mengutusku iaitu, jangan engkau tinggalkan patung-patung melainkan engkau hancurkan, tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan (dengan tanah)." (HR. Muslim).

Beliau Sallallahu‘alaihi wasallam juga melarang mengapur dan mendirikan bangunan di atasnya. Dari Jabir radiallaahu ‘anhu, berkata,

نَهَى رَسُوْلُ اللَّهِ عَنْ تَجْصِيْصِ الْقَبْرِ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ، وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ بِنَاءٌ.
"Rasulullah Sallallahu‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya dan membangun bangunan di atasnya." (HR. Muslim).

3. Rasulullah Sallallahu‘alaihi wasallam juga memperingatkan tentang solat di kuburan. Dari Aisyah radhiallahu ‘anhaa, berkata, "Tatkala Rasulullah Sallallahu‘alaihi wasallam hendak diambil nyawanya, baginda pun segera menutup kain di atas mukanya, kemudian baginda membuka kain di atas mukanya, kemudian baginda membuka lagi kain itu tatkala terasa menyesakkan nafas. Ketika dalam keadaan demikian itulah, baginda bersabda,

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلىَ الْيَهُوْدِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ.
"Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah." (Muttafaq 'alaih)

Baginda memperingatkan agar dijauhi perbuatan tersebut  kerana dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat ibadah (pemujaan).

Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam juga bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوْا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، فَإِنِّيْ أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah, janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat Ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu dari perbuatan itu." (HR. Muslim).
Menjadikan sebagai tempat ibadah maknanya adalah solat di kuburan, meskipun tidak dibangun tempat ibadah (masjid) di atasnya. Sebab setiap tempat yang dituju untuk solat di dalamnya, maka tempat itu dianggap tempat ibadah, sebagaimana sabda Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam

جُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا.
"Dan dijadikan untukku tanah sebagai tempat sujud dan alat bersuci." (HR. al-Bukhari).
Dan jika dibangun masjid di atasnya, maka tentu persoalan menjadi lebih besar.

Adapun mempersembahkan nadzar dan kubur untuk tempat-tempat yang diziarahi, maka perbuatan itu adalah syirik besar. Hal tersebut bertentangan dengan petunjuk Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam dalam hal yang wajib dilakukan terhadap kuburan, yakni hendaknya tidak dibangun suatu bangunan di atasnya, juga tidak didirikan masjid di atasnya. Karana, ketika di atasnya dibangunkan kubah dan di sekelilingnya didirikan tempat ibadah serta tempat-tempat ziarah, maka orang-orang bodoh akan menyangka bahwa orang-orang yang dikubur di dalamnya boleh memberikan manfaat atau mudharat, dan bahkan mereka boleh menolong orang yang meminta pertolongan kepada mereka, serta boleh memenuhi hajat orang yang bersandar kepada mereka. Karana itu mereka mempersembahkan nadzar dan korban kepada mereka, sehingga pada akhirnya menjadi berhala-berhala yang disembah selain Allah Subhanahu wataala, padahal Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam bersabda,

اَللّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًًا يُعْبَدُ.
"Ya Allah, janganlah engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah." (HR. Malik dan Ahmad).

Baginda Sallallahu‘alaihi wasallam berdoa dengan doa ini kerana baginda menyedari akan adanya pada akhir zaman nanti umat Islam akan memuliakan perkuburan. Adapun kuburan baginda dijaga oleh Allah Subhanahu wa Taala berkat dengan doa Nabi Sallallahu‘alaihi wasallam.Kuburan baginda Sallallahu‘alaihi wasallam berada di dalam rumahnya, dan tidak berada di dalam masjid, serta  dikelilingi dengan tembok-tembok sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullaah dalam Qashidah Nuniyahnya,

فَاســتَجَابَ رَبُّ الْعَـالَمِيْنَ دُعَـاءَهُ وَأَحَاطَـهُ بِثَلاَثَــةِ الْجُدْرَانِ
"Maka Rabb semesta alam mengabulkan doanya (Nabi), dan kuburannya dikeliling oleh tiga tembok.

Adakah ini salah satu bentuk berlebih-lebihan? (sekadar pertanyaan)


No comments:

Post a Comment

JOM TAMBAH ILMU

Blog-blog Sosialis, Pro Sosialis, Pro Syiah,ABU,ABCD,ABU (Asal Bukan Ustaz ) UMNO dan Lain-lain

Blog list 2 (241)

SUMBER DAN BERITA TERKINI

Catatan Terkini dan Terdahulu Di dalam Blog Ini

Kandungan Blog

Blog List 1 - 31

Blog Politik Dan Separa Politik (82)

PERLEMBAGAAN PAS

Blog List PAS -198 Blogs (Show All)

Jom Klik Iklan

Bilangan Login

Jumlah Tetamu Yang Sudi Berkunjung


widgeo.net

Search This Blog

Loading...

FB

There was an error in this gadget

Yang Telah Berlalu Biarkan Berlalu....

Yang Telah Berlalu Biarkan Berlalu....
JOM HIJAUKAN BUMI TUHAN

SEMAKAN DAFTAR SPR